News

Gerindra minta pemerintah lakukan audit E-KTP yang tercecer di Duren Sawit

REPORTED BY: Insan Praditya

 Gerindra minta pemerintah lakukan audit E-KTP yang tercecer di Duren Sawit Politisi Gerindra, Ahmad Riza Patria

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria meminta pemerintah melakukan audit menyeluruh terkait insiden tercecernya E-KTP di Duren Sawit, Jakarta Timur yang ditemukan oleh warga setempat, Sabtu (08/12/2018).

"Jadi melalui forum ini kesempatan ini, kami dari Gerindra minta supaya pemerintah melakukan audit internal secara menyeluruh, kemudian juga membangun sistem melalui IT," ucap Riza di gedung DPR-MPR RI, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk melakukan pengawasan dan kontrol audit E-KTP dapat menggunakan software berbasis IT.

"IT-nya murah. Kalau pemerintah enggak punya anggaran Gerindra yang akan biayai pembuatan softaware IT untuk pengawasan dan kontrol. Itu sangat sederhana sekali," imbuhnya.

Sebab, Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menilai permasalahan E-KTP tersebut berpotensi menghadirkan kecurangan dalam Pemilu 2019. Dia pun mengatakan wajar jika banyak masyarakat yang menduga adanya keterkaitan tercecernya E-KTP dengan Pemilu.

"Karena hal KTP ini sangat berpotensi mengganggu. Jangankan musim pilpres di hari-hari biasa saja KTP sebagai identitas yang penting satu-satunya," jelasnya.

"Jadi harus dibuat secara akurat, jelas, transparan tidak salah. Kalau masyarakat menduga-duga ada apa jangan-jangan dipakai untuk kecurangan," tutupnya.

Sebelumnnya, Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur mendalami kasus tercecernya KTP elektronik (e-KTP) kadaluwarsa di sekitar Jalan Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (08/12/2018).

"Kami masih mendalami kasus ini, untuk menyelidiki apakah ada pelaku yang membuang sengaja atau tidak," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombespol Tony Surya Putra, Minggu (09/12/2018) seperti dikutip dari Antara.

Tony menyebut pihaknya sedang melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi. Setidaknya sudah 10 saksi yang diperiksa Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur termasuk staf-staf Satuan Pelayanan Dukcapil Kelurahan Pondok Kelapa hingga kemarin,

"Karena itu kami belum bisa menentukan pelanggarannya apa, karena saat ini masih dalam pemeriksaan. Nanti jika sudah didapatkan pelakunya, akan ketemu pelanggarannya," ujar Tony.

PDIP: Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir tidak politis
PAN dukung pemerintah soal penundaan pembebasan Ba'asyir
MenpanRB akan pecat 300 PNS
GRANAT serukan Pemilu damai bebas Narkoba
Lebih dari 1000 PNS korupsi belum dipecat, ada apa?
Fahri Hamzah minta pemerintah tuntaskan hak keluarga korban kecelakaan Lion Air
Fadli Zon ragukan Najwa Shihab dan Tommy Tjokro jadi moderator debat
Kubu Jokowi curigai hasil survei Median
Calon pemimpin penyebar hoaks jangan dipilih
PKS harap pemerintah tak politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir
Fadli Zon optimistis Prabowo lampaui elektabilitas Jokowi
Bamsoet imbau TNI-Polri netral dalam pemilu
IHSG siap melaju naik karena sentimen eksternal
DPR apresiasi mundurnya Edy dari ketua umum PSSI
Ahok bebas, apa pengaruhnya pada Pilpres?
Fetching news ...