Kubu Jokowi fokus kampanye di daerah yang masih lemah elektabilitas

REPORTED BY: Insan Praditya

Kubu Jokowi fokus kampanye di daerah yang masih lemah elektabilitas Ilustrasi Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani mengatakan bahwa timnya akan fokus pada beberapa daerah yang masih lemah elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Pernyataan ini dibuat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan zonasi A dan B untuk kampanye terbuka.

"Itu juga jadi bahan pertimbangan daerah-daerah yang katakanlah pak Jokowi dan kyai Ma'ruf sudah unggul pun tetapi tingkat keunggulan nya belum begitu signifikan, belum maksimal," kata Arsul saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (14/03/2019).

Arsul mengatakan TKN masih merancang beberapa titik yang harus didatangi Jokowi dan Ma'ruf Amin. Sebab, menurutnya jadwal kampanye terbuka yang disediakan KPU tak terlalu lama.

"Tentu yang kami susun itu masih rancangan, karena nanti disampaikan ke pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf ya untuk mendapatkan kepastian tentang titik-titik itu. Tapi secara garis besar bisa saya jelaskan bahwa karena waktu untuk kampanye terbuka itu tidak terlalu lama tentu tidak semua titik tidak semua provinsi itu bisa paslon keduanya itu hadir," ujarnya.

Arsul mengatakan dari 21 hari kampanye terbuka yang disediakan KPU, kemungkinan capres dan cawapres belum tentu dapat hadir bersamaan. Ia mengatakan dari 10 titik daerah, ada beberapa daerah yang didatangi oleh pasangan capres dan cawapres, namun beberapa daerah hanya didatangi oleh capres atau cawapres saja.

"Artinya baik capres maupun cawapres itu hadir saya kira tidak memungkinkan, sehingga kami putuskan ada titik-titik sekitar 10 dimana pasangan calon capres dan cawapres itu akan hadir bersama dan kemudian selebihnya itu yang hadir capres atau cawapres nya tentu ada beberapa pertimbangan," tuturnya.

Selanjutnya, Arsul mengatakan TKN juga mengusulkan Jokowi-Ma'ruf berkampanye ke daerah-daerah yang dinilai sebagai simbol negara seperti Sabang dan Marauke.

"Kemudian juga ada daerah-daerah yang kita anggap sebagai katakanlah simbol ke Indonesiaan NKRI seperti misalnya Aceh dan Papua karena disanalah ada Sabang dan Marauke itu adalah simbol dimana capres dan cawapres insyaallah akan hadir," pungkasnya.

Sebelumnya, KPU menetapkan jadwal kampanye terbuka Pemilu 2019 dimulai pada 23 Maret sampai 13 April. KPU bersama BPN Prabowo-Sandi dan TKN Jokowi-Ma'ruf sudah melakukan pengundian zonasi untuk kampanye terbuka. 

Adapun zonasi yang ditentukan oleh KPU yakni zona A dan B. Zona A meliputi daerah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua. Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat kesempatan pertama untuk kampanye terbuka di zona A. 

Sementara itu, paslon nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin berkesempatan kampanye terbuka di zona B yang meliputi daerah Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat.

Usai Romy dicokok KPK, PPP yakin bangkit
Kubu Jokowi akan yakinkan swing voters di kampanye terbuka
Komnas HAM sebut pemerintah umbar janji ke korban gempa Sulteng
Daftar kesalahan berkirim email resmi
PDIP ingin Golkar rebut posisi kedua dari Gerindra
PDIP: Prabowo-Sandi hanya naik 4 persen padahal sudah pakai fitnah dan hoaks
DPR setujui dua nama calon hakim konstitusi
IHSG berpotensi menguat hari ini
BPN: Jokowi kehilangan kepercayaan dari masyarakat
Rapat Paripurna sepi, ini alasan Wakil Ketua DPR
Kubu Prabowo nilai OTT Romahmurmuziy tanda pemerintahan Jokowi tidak berhasil
Elektabilitas turun, ini kata kubu Jokowi
Amerika imbau Iran hentikan program rudal balistik
Fadli Zon: Krisis Timur Tengah dipicu masalah politik
Dukungan Erwin Aksa sangat diharapkan kubu Prabowo
Fetching news ...