Fadli Zon nilai lembaga survei hanya jadi alat politik

REPORTED BY: Insan Praditya

Fadli Zon nilai lembaga survei hanya jadi alat politik Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai bahwa saat ini lembaga survei dijadikan sebagai alat kampanye bagi kandidat maupun partai politik. Fadli menilai,saat ini banyak prediksi lembaga survei yang tidak akurat. 

Hal tersebut dicontohkannya pada saat pilkada gubernur DKI Jakarta yang memprediksi Ahok-Djarot menang, tetapi faktanya Anies-Sandi yang menang.

"Waktu pilkada lalu, banyak lembaga survei yang memprediksi Ahok akan menang, tetapi ketika pak Prabowo memprediksi Anies sandi akan menang dengan elektablitas 58 persen , ternyata di hasil akhir Anies sandi menang dengan elektablitas 57.6 persen," katanya di Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta pusat, Selasa, (12/02/2019).

"Jadi ini harus ada regulasi bagi lembaga survei, karena ini bisa dijadikan alat kampanye, kita tahu di Indonesia lembaga survei ini dijadikan alat itu," tambahnya.

Maka dari itu, Fadli mengatakan seharusnya lembaga survei tersebut malu akan prediksinya yang partisan, sebab dia menduga lembaga tersebut dibayar oleh partai politik.

"Kita harus harakiri lembaga survei itu, malu harusnya, karena mereka ini sudah memprediksi dan kesalahannya sudah 100 persen," tegasnya.

"Dan dia tidak mengumumkan siapa yang membayar mereka, mungkin satu dua ada yang mengumumkan tapi rata rata tidak," tambahnya.

Kendati demikian, Dia mengatakan kepanikan dan kecurangan tersebut akan terus berlangsung hingga 17 April mendatang. Maka dari itu, dia mengajak kepada para pendukung untuk menghalau kecurangan dan kepanikan tersebut.

"Menurut saya blunder-blunder ini menunjukkan kepanikan,dan kepanikan itu terus berlangsung pada 17 April, termasuk kepanikan dalam hukum," katanya.

"Begitu juga nanti ada upaya untuk melakukan kecurangan , baik itu kecurangan diam-diam maupun yang terang-terangan, ini yang akan menjadi tanggungjawab kita untuk hadir dan aktif untuk menghalaunya," tutupnya.

Diketahui, Lembaga survei LSI Deni JA melakukan survei terakhirnya  pada 18-25 Januari 2019. Pada survei tersebut, terjadi perubahan perolehan suara yang cukup signifikan.

Hasilnya, Pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan penambahan persentase perolehan menjadi 58,4 persen, sementara pasangan Prabowo-Sandi justru turun menjadi 24,7 persen. Selisih suara pun menjadi semakin lebar yakni 33,7 persen.

TKN: Prabowo bingung jawab pertanyaan, Jokowi rileks
Soal Freeport, Jokowi tak takut pada siapapun demi rakyat
Jokowi bantah serang Prabowo terkait ratusan ribu hektar lahan
Prabowo akan pisahkan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan bila jadi presiden
KGI Sekuritas: IHSG berpotensi menguat
Ada ledakan di arena debat capres, polisi lakukan penyelidikan
Erick Thohir: Jokowi akan beri solusi, bukan hanya janji
Fahri Hamzah harap Prabowo lebih agresif tanyakan janji Jokowi
Heboh, pendukung saling adu yel-yel menjelang debat
Demokrat: SBY tak lagi berpolitik
Sandiaga tak datang ke debat capres, ini penjelasan kubu Prabowo
Ganjar Pranowo datang di debat capres sebagai tokoh masyarakat
KPU tambah kuota tamu undangan untuk debat capres
Mantan bintang porno ini jadi caleg
JARI 98 jadi saksi dukungan warga Tangerang Selatan kepada Jokowi
Fetching news ...