PDIP: Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir tidak politis

REPORTED BY: Insan Praditya

PDIP: Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir tidak politis Ustad Abu Bakar Ba'asyir

Politisi PDIP, Eddy Kusuma Wijaya menegaskan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir tidak berbau politis. Dia mengatakan pemerintah sudah menjalankan sesuai dengan pedoman hukumnya, sehingga Abu Bakar Ba'asyir dinilai dapat bebas bersyarat setelah menjalani 2/3 masa tahanan.

"Kalau sih ya tidak saya kaitkan ke tahun politik ya,karena itu berdasarkan dari dasar hukum saja," ujarnya di gedung DPR-MPR RI Jakarta, Selasa (22/01/2019).

"Kemudian ini menjadi pedoman bagi pemerintah,antara lain ya abu bakar Ba'asyir sudah menjankan sekian tahun hukuman," tambahnya.

Eddy mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir atas pembebasan tersebut, sebab Abu bakar Ba'asyir sudah terlalu tua dan sering sakit, sehingga tidak mungkin melakukan kegiatan terorisme kembali.

"Kemudian atas dasar kemanusiaan karena dia udah sakit dan terlalu tua juga, sehingga tidak mungkin beliau melakukan kegiatan terorisme kembali," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan keterkaitan Abu Bakar Ba'asyir memang ada dengan jaringan terorisme bom Bali saat itu. Diketahui, jaringan bom Bali itu sempat bergabung dengan kelompok Taliban di Afganistan.

"Jadi kaitan dengan keterlibatan beliau dengan jaringan terorisme memang ada, waktu bom Bali meledak kan saya menjadi Dirut reserse Polda Bali, waktu penuntasan kasus bom Bali," jelasnya.

"Jadi ketika kelompok Taliban pasca perang saudara di Afghanistan itu kan Morat Marit, termasuk kelompok nya Ali Imron, imam saudara dan Muklas yang ikut dalam kelompok tersebut, pulang ke Indonesia dan membom wilayah Bali," tutupnya.

Berbeda dengan Eddy, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera mengharapkan pemerintah tidak mem-politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, meski bertepatan dengan tahun politik, Namun dia tetap mengapresiasi langkah pemerintah itu.

"Saya apresiasi keputusan pemerintah dan saya berharap ini tidak di politisasi," ujarnya di gedung DPR-MPR RI Jakarta, Selasa (22/01/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan Ba'asyir sudah menjalankan masa 2/3 tahanannya, sehingga dia mempunyai peluang untuk bebas bersyarat atas dakwaan kasus terorisme yang dijalankan.

"Kalau saya lihat dari sudut lamanya sudah 2/3 masa tahanan dengan remisi, sehingga pemerintah punya hak untuk memberikan masukan termasuk ketika memang baik dia punya kesempatan bebas bersyarat," jelasnya.

 

TKN: Prabowo bingung jawab pertanyaan, Jokowi rileks
Soal Freeport, Jokowi tak takut pada siapapun demi rakyat
Jokowi bantah serang Prabowo terkait ratusan ribu hektar lahan
Prabowo akan pisahkan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan bila jadi presiden
KGI Sekuritas: IHSG berpotensi menguat
Ada ledakan di arena debat capres, polisi lakukan penyelidikan
Erick Thohir: Jokowi akan beri solusi, bukan hanya janji
Fahri Hamzah harap Prabowo lebih agresif tanyakan janji Jokowi
Heboh, pendukung saling adu yel-yel menjelang debat
Demokrat: SBY tak lagi berpolitik
Sandiaga tak datang ke debat capres, ini penjelasan kubu Prabowo
Ganjar Pranowo datang di debat capres sebagai tokoh masyarakat
KPU tambah kuota tamu undangan untuk debat capres
Mantan bintang porno ini jadi caleg
JARI 98 jadi saksi dukungan warga Tangerang Selatan kepada Jokowi
Fetching news ...