PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat

REPORTED BY: Insan Praditya

PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengatakan partai yang kaget dengan kontak suara kardus kemungkinan tidak hadir dalam rapat kerja (raker) Komisi II DPR RI bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

"Nah kalau itu kaget itu ada dua kemungkinan, apakah pada saat rapat itu hadir atau tidak, ataupun kalau hadir memperhatikan atau tidak. masalahnya soal itu," kata Arsul saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Arsul mengatakan semua partai pasti sudah melihat kontak suara kardus tersebut. Ia menceritakan ketika PPP bertemu pimpinan KPU untuk memeriksa kotak suara kardus tersebut.

"Kami PPP bertemu dengan pimpinan KPU waktu itu ditunjukan dan kita dipersilahkan untuk menduduki," ujarnya.

Arsul mengatakan semua kelompok fraksi di Komisi II pasti sudah menerima laporan dari KPU terkait kotak suara kardus yang menjadi alternatif dari kotak suara alumunium karena anggarannya yang terlalu besar.

"Semua partai yang memiliki fraksi di DPR ini dan tentu memiliki kelompok fraksi di Komisi II itu pasti sudah mendapat laporan bahwa saya kira sudah dijelaskan oleh kpu dan oleh orang-orang Komisi II pada waktu itu kan bermula dari pilihan antara mempertahankan yang alumunium tapi anggarannya besar," jelasnya.

Selanjutnya, Arsul mengatakan walaupun diganti dengan bahan karton kedap air, bentuk dari kotak suara kardus itu tetap sesuai dengan peraturan undang-undang yakni salah satu sisi kotak harus transparan. Tak hanya itu, Ia mengatakan kotak suara itu sudah diuji coba oleh KPU bersama partai peserta Pemilu.

"Contoh kotak suaranya itu, sudah kita blek-blek tidak penyok, itu sudah clear, apalagi kemarin saya lihat disemprot air oleh ketua KPU, jadi sudah clear. Kalau itu bahkan bisa bocor kalaupun alumunium kemudian direndem di kali Ciliwung tetap aja rusak ga usah karton tapi dalam keadaan normal, itu saya kira sudah cukup kuat," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra, Ahmad Riza Patria mengatakan Komisi II mengusulkan kepada KPU supaya kotak suara dibuat transparan. Namun, Ia kaget karena kotak suara itu dibuat dari karton.

"Memang yang pertama dari Gerindra termasuk yang meminta dan mengusulkan dalam undang-undang itu adalah kotak suara itu transparan, yang dimaksud transparan itu artinya bisa dilihat, surat suaranya bisa dilihat, jadi kalau orang masukin kelihatan, di dalam kelihatan," kata Riza beberapa waktu yang lalu.

Riza mengatakan adanya sisi yang transparan dari kotak suara kardus itu supaya ketika surat suara dimasukan dapat terlihat jelas. Namun, Ia takut bahan dari kardus itu tak awet digunakan.

"Ya kami juga awalnya agak kaget kenapa dari kardus, makanya tadi di rapat tadi, Pak Sekjend Gerindra menyampaikan, kalau bisa kotak suara jangan dari kardus, karena pemahaman kardus itu kan tidak kuat, pemahaman kardus itu kan kalau kena air jadi robek, kalau dari kardus takutnya karena nanti berpindah-pindah, takutnya tidak awet, tidak bertahan lama, sebelumnya kan alumunium itu kan bagus sekali tahan lama," tutupnya.

PAN dukung pemerintah soal penundaan pembebasan Ba'asyir
MenpanRB akan pecat 300 PNS
GRANAT serukan Pemilu damai bebas Narkoba
Lebih dari 1000 PNS korupsi belum dipecat, ada apa?
Fahri Hamzah minta pemerintah tuntaskan hak keluarga korban kecelakaan Lion Air
Fadli Zon ragukan Najwa Shihab dan Tommy Tjokro jadi moderator debat
Kubu Jokowi curigai hasil survei Median
Calon pemimpin penyebar hoaks jangan dipilih
PKS harap pemerintah tak politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir
Fadli Zon optimistis Prabowo lampaui elektabilitas Jokowi
Bamsoet imbau TNI-Polri netral dalam pemilu
IHSG siap melaju naik karena sentimen eksternal
DPR apresiasi mundurnya Edy dari ketua umum PSSI
Ahok bebas, apa pengaruhnya pada Pilpres?
Sindir Jokowi, Fahri Hamzah: Tukang cukur jangan diajak selfie, dikasih modal
Fetching news ...