Legislator: Ada nostalgia di buku nikah

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Legislator: Ada nostalgia di buku nikah "Di buku nikah ada nostalgia yang dapat dibangkitkan untuk mempererat ikatan perkawinan." - Bambang Budi Susanto

Anggota Komisi VIII DPR RI Bambang Budi Susanto menyatakan masyarakat akan tetap membutuhkan buku nikah karena sejumlah alasan, yang salah satunya adalah sebagai pengingat bagi pasangan terhadap komitmen yang sudah disepakati.

“Di dalam buku nikah itu, misalnya, tertulis sighat taklik, untuk meningatkan suami supaya berlaku baik dan bertanggung jawab terhadap istri. Ini bisa menjadi semacam kartu bagi wasit. Jadi, jika suami berlaku macam-macam, istri dapat membacakan isi buku tersebut kepada suami,” kata Bambang di Jakarta, Rabu (14/11/2018), menanggapi wacana pemberian kartu nikah oleh Kemenag.

Selain itu, menurut Bambang, ada banyak kenangan dan kebanggaan di dalamnya. “Misalnya, di situ ada tandatangan orang tua dan pengantin. Di buku nikah ada nostalgia yang dapat dibangkitkan untuk mempererat ikatan perkawinan,” jelasnya.

Terkait rencana Kemenag akan memberikan kartu nikah laiknya kartu tanda penduduk (KTP), Bambang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan inisiatif yang harus dilihat sisi baiknya.

"Saya tidak melihat Kemenag akan mengubah buku nikah menjadi kartu, tetapi memberikan keduanya. Kartu ada sisi baiknya, yaitu mudah dibawa untuk menunjukkan sebagai pasangan yang sah. Buku nikah kurang praktis dibawa ke mana-mana. Terkadang, kan, ada razia oleh Satpol PP. Pasangan bisa dengan mudah menunjukkan bukti,” jelas politisi PAN ini.

Dijelaskan Bambang kartu nikah akan diluncurkan Kementerian Agama pada akhir November ini, dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sementara waktu.

"Dalam masa transisi ini disubsidi oleh APBN dan disetujui semua fraksi sebagai bentuk tambahan pelayanan kepada masyarakat. Untuk selanjutnya, bisa jadi tahun depan tidak disubsidi lagi," jelas Bambang.

Bambang berharap biaya kartu nikah nantinya tidak banyak membebani calon pengantin, sekaligus meminta Kementerian Agama melayani masyarakat dengan administrasi yang lebih mudah dan cepat.

"Pasangan yang hendak menikah harus dimudahkan dan difasilitasi secara efisien oleh negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan kartu nikah tak menggantikan peran buku nikah sebagai bukti pencatatan pernikahan. Kartu nikah dibuat untuk mengembangkan Simkah (Sistem Informasi Manajemen Nikah).

Lukman mengatakan Kemenag membuat Simkah untuk merapikan administrasi pernikahan secara digital. Lukman mengatakan Kemenag memprioritaskan pembuatan kartu nikah untuk pasangan yang menikah setelah Simkah dibuat. Sementara itu, secara bertahap pasangan yang sudah menikah sebelum Simkah dibuat akan mendapatkan kartu tersebut.

Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
PKB siap sumbang kubu Jokowi 25 juta suara
Ini kritik PDIP terhadap Kubu Jokowi
PKB akui Ma'ruf Amin benteng Jokowi dari tuduhan anti-Islam
Suku Yei Papua sambut “kado Natal” dari prajurit TNI
Fetching news ...