Jokowi minta Singapura perluas investasi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Jokowi minta Singapura perluas investasi Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong

Presiden Joko Widodo berharap Singapura memperluas investasi di Indonesia. Secara khusus, Jokowi menginginkan Kendal Industrial Park dapat direplikasi di provinsi-provinsi lain di Indonesia.

"Untuk kerja sama ekonomi yang berkaitan dengan investasi tadi kita sudah berbicara mengenai Investasi di Kendal. Saya kira progresnya sangat bagus dan kita berharap agar kawasan industri seperti di Kendal bisa dibangun di provinsi-provinsi yang lain," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam annual leaders retreat dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dia Bali, Kamis (11/10/2018).

Presiden mengatakan sebelumnya dalam tete-a-tete hal tersebut telah dibahas secara khusus dengan PM Lee. Namun, ia kemudian merasa perlu memaparkannya kembali kepada rombongan delegasi kedua negara dalam pertemuan itu.

Ia menekankan, investasi Singapura di Kendal perlu untuk direplikasi di provinsi lain.

"Ada tadi juga disampaikan oleh PM Lee bahwa di kawasan-kawasan di Kendal juga memerlukan insentif khusus terutama untuk pajak, tax holiday," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga berjanji akan adanya insentif yang memudahkan investor untuk menanamkan modalnya di kawasan industri.

"Kita berharap hal-hal lain yang tadi kita bicarakan mengenai bilateral swap juga segera dan sudah disetujui oleh PM Lee dan akan segera akan kita realisasikan," katanya.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Joko Widodo meresmikan Kawasan Industri Kendal (KIK) Jawa Tengah pada 2016.

Kawasan tersebut menampung puluhan perusahaan asal Singapura dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Dalam pertemuan di Bali, baik Presiden Jokowi maupun PM Lee tampak sangat santai dan banyak berbincang secara informal.

Keduanya membahas berbagai hal terkait tindak lanjut kerja sama dan realisasi investasi kedua negara.

Sementara itu, Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) di Bali kali ini fokus membahas dua isu jangka panjang yang mempengaruhi ekonomi global.

Isu-isu yang sifatnya jangka panjang disebut Kim penting untuk diperhatikan selain isu jangka pendek seperti dampak kenaikan suku bunga, penurunan harga komoditas, dan pergeseran imbal hasil obligasi.

Dua isu tersebut adalah perubahan iklim dan sumber daya manusia. Perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi perkembangan global dan upaya untuk mengakhiri kemiskinan.

Laporan baru Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) menunjukkan bahwa pada tingkat emisi gas rumah kaca saat ini, tingkat pemanasan akan mencapai 1,5 derajat Celsius dalam beberapa dekade mendatang.

Negara-negara kecil kepulauan, wilayah Laut Tengah, dan Sub-Sahara Afrika diperkirakan akan menjadi yang paling menderita akibat dampak perubahan iklim.

Isu kedua yang harus diperhatikan oleh negara-negara adalah SDM, yang mencakup aspek pendidikan, keterampilan, dan kesehatannya.

Kim menjelaskan bahwa politisi di negara kaya dan miskin sama-sama harus berjuang keras untuk mendanai fasilitas kesehatan yang lebih baik, mengalokasikan lebih banyak dana pendidikan, dan berinvestasi pada sumber daya manusia (SDM).

Kebijakan untuk membangun SDM adalah investasi paling cerdas yang dapat dilakukan negara-negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang inklusif.

Saat ini, seperempat jumlah anak-anak muda dunia tidak mungkin mencapai potensi penuh mereka karena kekurangan gizi kronis dan penyakit yang mengakibatkan kekerdilan, yang secara permanen mempengaruhi perkembangan kognitif anak, kinerja sekolah, dan pendapatan masa depan.

Jika anak-anak suatu negara tumbuh tidak dapat memenuhi kebutuhan tempat kerja di masa depan, negara itu akan sulit meningkatkan daya saing ekonomi.

DPR RI kutuk serangan Israel atas warga Palestina
Sete Gibernau kembali balap Gran Prix setelah 10 tahun pensiun
JAPRI ajak masyarakat cerdas hindari hoaks
Amerika siap perang dingin dengan Cina
Janji Sandi fasilitasi wirausahawan muda
Sidang korupsi dana pensiun Pertamina, Edward sebut jaksa berbelit-belit
Kubu Prabowo sebut banyak janji Jokowi yang belum terlaksana
Hasto sayangkan politisasi kaum difabel untuk respons Ma'ruf Amin
Rizal Ramli tuding pemerintah terdahulu ogah-ogahan urus BPJS
TKN isyaratkan Demokrat lompat ke Jokowi-Ma'ruf
Legislator: Ada nostalgia di buku nikah
Survei: Pemilih lebih ikuti tokoh agama daripada politisi
Kubu Prabowo: Habieb Rizieq korban fitnah
Sukses tekan angka kemiskinan, Indonesia jadi tempat belajar 15 negara
PDIP akan laporkan pemasangan poster Jokowi Raja ke Bawaslu
Fetching news ...