Tjahjo pesimistis dana partai turunkan korupsi

REPORTED BY: Insan Praditya

Tjahjo pesimistis dana partai turunkan korupsi Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pembiayaan partai politik dari pemerintah tidak akan berdampak pada kualitas kaderisasi. Sebab, menurutnya kualitas kader tergantung pada kader itu sendiri, Tjahjo menambahkan dana partai tersebut belum tentu menghilangkan korupsi.

"Bukan dari sisi itunya; kembali kepada integritas yang bersangkutan. Memang biaya politik itu mahal; tidak bisa diukur bahwa dengan mahalnya biaya yang ada dengan pengeluaran yang besar akan tidak ada korupsi, tidak ada penyimpangan, belum tentu juga," kata Tjahjo saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (06/12/018).

Tjhajo mengatakan pemerintah sudah menaikan nilai bantuan untuk partai. Ia mengatakan jika semua pendanaan ditanggung pemerintah tentu perlu dilihat dari kondisi keuangan negara dan perlu duduk bersama terkait dana tersebut.

"Dari pemerintah yang dulu 200 kita tingkatkan 1000 itu kan cukup besar nanti terus akan kami evaluasi kalau memang anggarannya cukup kalau memang tidak ada pos-pos lain yang harus dioptimalkan mari nanti kita duduk bersama," ujarnya.

Selanjutnya, Tjahjo mengatakan akan ada sanksi berupa diskualifikasi dari Pemilu apabila partai tersebut menyalahgunakan dana tersebut.

"Setidaknya kalau didanai penuh oleh negara kalau ada partai itu melanggar ya bisa langsung didiskualifikasi dari pemilu atau di blok sebagai partai," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik.

Dalam perubahan itu disebutkan besaran nilai bantuan keuangan kepada parpol tingkat pusat yang mendapatkan kursi di DPR sebesar Rp1.000 per suara sah. Sedangkan untuk parpol di tingkat provinsi yang mendapatkan kursi DPRD sebesar Rp1.200 per suara sah, dan parpol di tingkat kabupaten/kota sebesar Rp1.500 per suara sah.

Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
PKB siap sumbang kubu Jokowi 25 juta suara
Ini kritik PDIP terhadap Kubu Jokowi
PKB akui Ma'ruf Amin benteng Jokowi dari tuduhan anti-Islam
Suku Yei Papua sambut “kado Natal” dari prajurit TNI
Fetching news ...