Kubu Jokowi: kita tak terjebak diksi kubu sebelah

REPORTED BY: Insan Praditya

Kubu Jokowi: kita tak terjebak diksi kubu sebelah Kubu Jokowi

Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Usman Kansong mengatakan kubu Jokowi-Ma'ruf tak terjebak dengan diksi-diksi dari kubu oposisi. Ia mengatakan tim kampanye Jokowi-Ma'ruf hanya menjawab pernyataan yang tidak benar dari kubu oposisi, supaya yang fakta yang sebenarnya tersampaikan kepada masyarakat.

"Kalau yang tidak benar didiamkan akan jadi kebenaran, harus kita jawab. Kita juga gemar menyampaikan program, fakta, capaian yang dihasilkan Pak Jokowi, harus disampaikan dua-duanya," kata Usman saat ditemui wartawan di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Usman mengatakan tak mungkin kubu Jokowi-Ma'ruf tak merespons pernyataan atau klaim yang dilontarkan kubu sebelah. Menurutnya, Kubu Jokowi pasti akan merespons serta menyampaikan hasil kerja pemerintahan Jokowi selama empat tahun terakhir.

"Tetap kita jawab tapi tetap menyampaikan nawacita dua, capaian jokowi 4 tahun terakhir. Jadi kita sama sekali tidak terjebak," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPP Perindo Arya Mahendra Sinulingga menegaskan kubu Jokowi-Ma'ruf berkampanye sesuai dengan data. Namun, menurutnya ada saat dimana kubu Jokowi memiliki pola kampanye dengan melihat situasi yang sedang terjadi di masyarakat.

"Kita kampanye dengan data terus, tapi ada saatnya kita lihat situasi sehingga rakyat sadar, kami ada pola yang namanya pola kampanye seperti di Amerika. Kita lihat situasi terus," pungkasnya

Sebelumnya, beberapa diksi dilontarkan oleh Calon Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Diksi-diksi itu dilontarkan keduanya saat berkunjung ke daerah-daerah. Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo pernah melontarkan Politik Sontoloyo beberapa waktu yang lalu.

Tak hanya itu, Jokowi juga mengatakan politisi saat ini sering membuat masyarakat ketakutan. Ia mengatakan ada politik genduruwo yang membuat masyarakat takut. Di sisi lain, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto juga dalam pidatonya sempat mengatakan tampang Boyolali. Pernyataan itu menjadi sorotan karena dianggap merendahkan masyarakat Boyolali.

Selanjutnya, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno pernah mengatakan tempe setipis ATM. Pernyataan wakil gubernur DKI Jakarta itu langsung menjadi perhatian masyarakat. Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin beberapa waktu yang lalu juga mengatakan hanya orang budek dan buta yang tak mampu melihat prestasi pemerintahan Jokowi-JK. Pernyataan kontroversial itu juga membuat kalangan disabilitas tersinggung dan menyayangkan ucapan Ma'ruf.

 

Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
PKB siap sumbang kubu Jokowi 25 juta suara
Ini kritik PDIP terhadap Kubu Jokowi
PKB akui Ma'ruf Amin benteng Jokowi dari tuduhan anti-Islam
Fetching news ...