Manajemen Lion Air dinilai amatiran

REPORTED BY: Insan Praditya

Manajemen Lion Air dinilai amatiran Pesawat Lion Air

Pengamat penerbangan Alvian lie menilai cara manajemen maskapai Lion air menangani keluarga korban sangat amatianr. Hal tersebut terlihat dari Standar Operasinal Perusahaan (SOP) dan kebijakan dalam melayani dan menunjukan sikap empati kepada keluarga korban yang sangat kurang.

"Mereka tidak punya SOP tentang manajemen krisis dan kebijakan komunikasi saat krisis. Selain itu, budaya melayani dan kepedulian terhadap pelanggan tidak berkembang sebagai karakter perusahaan," ujarnya saat dihubungi wartawan Rimanews.com di Jakarta, Kamis (08/11/2018).

Menurutnya, hal tersebut sangat disayangkan karena perusahaan sebesar Lion Air tidak bisa menunjukkan sikap komunikatifnya kepada publik. Hal itu terutama terkait keluarga korban yang ingin menanyakan kejelasan mengenai anggotanya yang menjadi korban pada perjalanan penerbangan nahas itu.

"Cara mereka mengelola informasi untuk publik dan media.sangat amatiran. Apalagi bagi perusahaan sebesar Lion," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan akibat tidak profesionalnya Lion Air, sudah dipastikan manajemen tersebut akan mengalami kesulitan dalam menghadapi krisis besar yang menimpa perusahaan.

"Akibatnya mereka keteteran ketika menghadapi krisis besar saat ini," tegasnya .

Sebelumnya, seorang perwakilan keluarga penumpang Lion Air asal Bangka Belitung mengatakan komunikasi pihak Lion Air kepada pihak keluarga korban sangat minim. Dalam pertemuan itu ia menganggap perusahaan bentukan Rusdi Kirana tersebut dinilai telah gagal dalam menangani keluarga korban yang mencari kejelasan anggotanya.

"Untuk Lion Air, Rusdi Kirana saya anggap gagal. Mungkin bapak saat krisis perlu segera bentuk crisis communication, tidak hanya crisis center," ujar seorang perwakilan keluarga korban di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Senin (05/11/2018).

Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
PKB siap sumbang kubu Jokowi 25 juta suara
Ini kritik PDIP terhadap Kubu Jokowi
PKB akui Ma'ruf Amin benteng Jokowi dari tuduhan anti-Islam
Suku Yei Papua sambut “kado Natal” dari prajurit TNI
Fetching news ...