Bila diserang, Rusia akan respon serangan rudal dengan senjata nuklir

REPORTED BY: Insan Praditya

Bila diserang, Rusia akan respon serangan rudal dengan senjata nuklir Peluncuran Peluru Kendali (Rudal)

Presiden Rusia Vladimir Putin akan menggunakan senjata nuklirnya untuk merespon serangan rudal yang masuk ke wilayah Rusia. Putin mengatakan Rusia akan meluncurkan serangan nuklir jika sistem peringatan dininya menempatkan rudal ke wilayahnya.

"Agresor harus tahu bahwa pembalasan tidak dapat dihindari," kata Putin pada forum kebijakan internasional di Sochi pada (18/10/2018).

"Ketika kami melihat serangan datang di wilayah Rusia, kami akan membalas," lanjut Putin..

Putin mengakui itu akan berarti bencana global, tetapi menekankan Rusia "tidak bisa menjadi orang-orang yang memulai itu".

"Kami akan menjadi korban agresi dan akan pergi ke Surga sebagai martir," kata Putin.

Putin menambahkan bahwa mereka yang meluncurkan penyerangan terhadap Rusia akan "mati dan bahkan tidak punya waktu untuk bertaubat,"

Pada bulan Maret, Putin mengungkapkan apa yang dikatakannya sebagai gudang persenjataan canggih baru termasuk perangkat nuklir yang kebal terhadap intersepsi musuh. Dua dari senjata itu adalah rudal jelajah bertenaga nuklir dan sebuah drone buatan.

Putin mengatakan rudal itu, yang diuji akhir tahun lalu, memiliki jangkauan tak terbatas dan dapat menembus pertahanan rudal. Putin melanjutkan, Rusia juga memiliki pesawat tak berawak yang dapat membawa hulu ledak nuklir dan menargetkan kedua kapal induk dan fasilitas pesisir.

Putin mengatakan senjata-senjata itu membuat sistem pertahanan rudal AS untuk  NATO "tidak berguna" dan menandai berakhirnya upaya Barat untuk memeriksa ambisi nuklir Rusia. Putin menambahkan bahwa pengembangan senjata baru itu sebagai tanggapan terhadap penarikan AS dari perjanjian era Perang Dingin yang melarang pertahanan rudal dan gerakan Washington untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal.

Fahri Hamzah prihatin dengan kubu Prabowo
Ingin selamat, Parpol lain bisa tiru Demokrat
Kubu Jokowi: kita tak terjebak diksi kubu sebelah
Perindo nilai sosok Jokowi tak identik dengan PDIP
Parlemen Eropa minta AS batasi ekspor senjata ke Arab Saudi demi HAM
Ini kata Bamsoet soal humas Polri
Fahri Hamzah komentari seleksi CPNS di timur Indonesia yang rumit dan panjang
Archandra beber strategi jual blok migas Indonesia
Agus Santoso sudah pensiun jauh sebelum tragedi Lion Air JT 610
Mengingat 3 horor perkosaan di Indonesia
Agung Laksono nilai dukungan Soetrisno Bachir dongkrak suara Jokowi
Popularitas Habieb Rizieq turun, Golkar: masyarakat ingin kelembutan
TKN: Ustad Abdul Somad tak berpihak pada Prabowo
Demokrat ke Prabowo-Sandi: Apa yang menjadi janji harus ditepati
Fahri Hamzah: Pilpres lebih banyak perang gimmick, rakyat lapar bos
Fetching news ...