Fraksi PPP nilai anjloknya Rupiah akibat perang dagang AS

REPORTED BY: Insan Praditya

Fraksi PPP nilai anjloknya Rupiah akibat perang dagang AS Gedung DPR-MPR-DPD RI

Anggota DPR-RI komisi XI dari Fraksi PPP, Elviana menjelaskan melemahnya Rupiah terhadap dolar disebabkan faktor eksternal. Faktor eksternal tersebut yakni perang dagang dengan Amerika Serikat. Pada sisi lain, kebijakan proteksionisme Amerika Serikat berdampak kepada meningkatnya likuiditas The Fed di Amerika Serikat. Kebijakan Amerika Serikat ini, menimbulkan resiko penarikan modal dalam jumlah yang besar di negara lain.

Perang dagang  menciptakan sentimen negatif antar negara, sehingga memicu penarikan modal di suatu negara, seperti yang dialami Turki pada saat ini yang mengalami pelemahan ekonomi.

"Kondisi eksternal lebih sering dituding terhadap melemahnya rupiah, terakhir anjloknya Lira mata uang Turki sebagai akibat perang dagang dengan Amerika turut mempengaruhi nilai rupiah," ujarnya di gedung DPR-MPR RI, Rabu (19/09/2018).

Ia mengatakan bahwa sentimen negatif di pasar keuangan akibat dari perang dagang juga dapat memicu penarikan modal di suatu negara. Hal itulah yang dialami Turki, sejak Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat menerapkan tarif impor pajak alumunium kepada Turki.

"Perang dagang juga telah menciptakan sentimen negatif di pasar keuangan dan berpotensi memicu penarikan modal di suatu negara, seperti yang dialami oleh Turki baru baru ini. Tekanan terhadap Lira Turki terjadi sejak The Fed mengambil kebijakan normalsiasi moneter. Semakin memburuk setelah Amerika menerapkan kenaikan tarif pajak impor aluminium dari turki," lanjutnya.

Selain krisis Turki, terjadi juga perang dagang antar Amerika Serikat dengan Tiongkok. Hal ini membuat para pelaku ekonomi cenderung protektif, yang dapat berimbas kepada terganggunya pertumbuhan perdagangan dunia karena ketidakpastian investasi.

"Meningkatnya faktor resiko perekonomian dengan terjadinya perang dagang antara amerika serikat dan tiongkok. Hal ini diperkirakan masih membayangi prospek perekonomian global di tahun 2019 kebijakan yang semakin protektif, merupakan salah satu resiko terbesar yang dapat mengganggu pertumbuhan perdagangan dunia serta menciptakan ketidakpastian terhadap aktivitas investasi," jelasnya.

Banyak modal yang kembali ke Amerika Serikat seiring dengan normalisasi kebijakan moneter yang meningkatkan likuiditas The Fed. Selain itu, perkembangan perekonomian global juga masih dibayangi tantangan dan ketidakpastian geopolitik di berbagai kawasan di antaranya timur tengah

"Perkembangan tersebut turut serta mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar, dari sisi ekternal kebijakan proteksionisme oleh pemerintah Amerika Serikat," tegasnya.

Data per 14 agustus 2018 rupiah kembali melemah terhadap dolar as pada poin Rp.14,625 per dolar AS. Pemerintah sudah meswaspadai melemahnya rupiah tersebut dari dalam negeri. Rupiah tertekan oleh defisit transaksi berjalan.

Sejak awal tahun 2018 hingga saat ini rupiah telah tersepresiasi sebesar 7,6 persen, sementara cadangan devisa sudah tergerus juga sebanyak 13,7 miliar dolar dan tinggal 118,3 miliar dolar AS.

BPN yakin sosok Sandiaga Uno mampu lampaui elektabilitas petahana
Impor bawang putih dinilai bakal turunkan elektabilitas Jokowi
Dilaporkan ke Bawaslu, Ma'ruf Amin: Itu tidak tepat
Prabowo-Sandi akan kumpulkan ketum partai dan tokoh agama
Tak serahkan dana kampanye, 11 Parpol digugurkan di tingkat daerah
DPR soroti hak politik narapidana dan warga binaan
Fadli Zon: Wiranto super ngawur
Prabowo kampanye di Makassar, Sandiaga di Jawa Tengah
IHSG ditutup menguat di level 6.501
Mayoritas pemilih tidak tertarik janji capres
Usai Romy dicokok KPK, PPP yakin bangkit
Kubu Jokowi akan yakinkan swing voters di kampanye terbuka
Komnas HAM sebut pemerintah umbar janji ke korban gempa Sulteng
Daftar kesalahan berkirim email resmi
PDIP ingin Golkar rebut posisi kedua dari Gerindra
Fetching news ...