PDIP saring cawapres Jokowi dari tiga sumber

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

PDIP saring cawapres Jokowi dari tiga sumber

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Ahmad Basarah mengatakan ada tiga sumber calon wakil presiden untuk Joko Widodo. Dari tiga sumber tersebut, PDIP menyaring nama-nama yang paling potensial untuk mendongkrak elektabilitas Jokowi.

"Ada 3 sumber wakil presiden Pak Jokowi dari perspektif PDIP, pertama calon internal dari PDIP, kedua dari partai politik lain dan yang ketiga di luar PDIP serta partai politik pengusung, yaitu kalangan profesional, agamawan, militer, polisi, dan sebagainya," kata Ahmad Basarah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/07/2018).

Menurutnya, berdasarkan tiga sumber itu, pilihan cawapres akan dikomunikasikan secara bertahap bersama dengan partai koalisi pendukung Jokowi. Jika ada beberapa nama yang sempat keluar di publik, ia mengatakan calon-calon tersebut berasal dari luar partai pengusung Joko Widodo.

"Jadi kalau muncul nama Mahfud MD, Din Syamsudin, Rizal Ramli, kemudian tokoh lain seperti Moeldoko, Budi Gunawan, itu adalah cawapres yang sumbernya di luar PDIP dan di luar koalisi partai-partai pengusung Jokowi," kata Ahmad.

Ia juga mengakui saat ini para pendukung Jokowi baik itu dari partai, organisasi masyarakat (ormas) dan relawan sedang dalam momentum untuk mencuri hati dan perhatian Jokowi supaya calon wakil presiden yang diajukan dapat diterima.

"Sehingga, bagi saya lumrah. Ada iklan Jokowi-Muhaimin, iklan Jokowi-TGB, kemudian Jokowi-Mahmud MD, Jokowi-Puan Maharani dan Jokowi-Romi dan lain-lain," lanjutnya.

Ahmad lebih lanjut mengatakan bahwa ia peluang seluruh cawapres yang muncul saat ini sama. Jika sudah waktunya, semua orang akan melihat bahwa cawapres yang muncul adalah pilihan Jokowi, yaitu saat didaftarkan di KPU.

"Politik itu sangat dinamis. Jangankan belum diputuskan, sudah diumumkan saja masih bisa berubah. Apalagi, batas tanggal pendaftaran itu di atas 4 Agustus. Jangan-jangan Pak Jokowi mengambil momentum mendaftarkan ke KPU pada tanggal 10 Agustus," kata Ahmad.

Ia meyakini bahwa orang nomor satu di Indonesia itu mampu memainkan bidak-bidak catur yang sekarang tengah berproses.

“Untuk mekanisme pengkrucutan atau memutuskan cawapres, pertemuan Jokowi dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri merupakan awal dari pertemuan untuk memilih cawapres. Selanjutnya, menunggu pertemuan bersama Ketum Partai pengusung Jokowi,” pungkasnya.

PKPI yakin dapat suara 4 kali lipat di 2019
PAN nilai kepala daerah tak perlu jadi timses
Inggris tertarik masukkan Bali dalam Second Cities Programme
\
Mizan luncurkan Seri Teroka di ajang AICIS
Fahri nilai KPK sudah jadi lembaga politik
Partai Berkarya akan kembangkan program-program Soeharto
Fraksi PPP nilai anjloknya Rupiah akibat perang dagang AS
Kubu Jokowi nilai nama tim kampanye kubu Prabowo terlalu abstrak
Tujuh kepala daerah Sumatera Barat dukung Jokowi-Ma'ruf
Ma'ruf Amin bakal kampanye di wilayah suara terendah Jokowi
Anggota Partai Komunis yang ditangkap tak terkait politik Indonesia
Alasan cegah korupsi, politisi Gokar dukung kenaikan anggaran LKPP pemerintah
Diputusin saat lagi sayang-sayangnya, harus bagaimana?
Fahri beber alasan Kwik Kian Gie tak cocok di kubu Jokowi
Fetching news ...