Asal-usul Raimuna dalam Pramuka

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Asal-usul Raimuna dalam Pramuka

Anggota Pramuka pasti tidak asing dengan kegiatan Raimuna. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui asal-usul kata tersebut.

Raimuna sendiri adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang di Indonesia diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka. Raimuna diselenggarakan mulai dari tingkat Kwartir Ranting (kecamatan) hingga tingkat nasional.

Pada 14 Agustus nanti, Pramuka akan menggelar perayaan hari ulang tahun organisasi kepanduan tersebut, yang salah satu bentuknya dengan menyelenggarakan Raimuna Nasional setiap lima tahun sekali, yang tahun ini memasuki agenda ke 11 di bumi perkemahan Cibubur.

Kata raimuna berasal dari bahasa Ambai, Daerah Yapen Timur, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Kata raimuna merupakan gabungan dua kata yaitu rai dan muna. Rai berarti ‘sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan bersama’. Sementara itu, muna adalah ‘daya jiwa seseorang yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan’.

Jika dimaknai secara lengkap, raimuna berarti ‘sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai oleh sesuatu daya kekuatan yang selalu memberi semangat tinggi dalam mencapai tujuan’.

Paparan tersebut dijelaskan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault bersama jajarannya saat menemui Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, kemarin (10/08/2017).

Kepada Presiden RI, Joko Widodo, Adhyaksa Dault menyampaikan Raimuna Nasional XI Gerakan Pramuka dilaksanakan pada 13-21 Agustus 2017, di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri 15.000 Pramuka usia 17-25 tahun dari 34 Provinsi dan 514 Kota/ Kabupaten se-NKRI. Kontingen yang sudah hadir adalah Nusa Tenggara Timur, Papua, Aceh, Maluku, dan lain-lain.

"Peserta Raimuna Nasional XI adalah Pramuka pilihan di daerahnya yang telah lolos seleksi. Mereka jauh-jauh datang dari daerahnya untuk melihat langsung Indonesia dengan indahnya kebhinekaanya. Menariknya, seluruh panitia Raimuna ini adalah anak-anak muda yang usianya relatif sama dengan peserta," jelas Adhyaksa kepada Presiden Jokowi

Dalam pertemuan tersebut, Adhyaksa Dault juga memperkenalkan Yudha sebagai Ketua Dewan Kerja Nasional dan Roby Zulfandi sebagai Presiden Raimuna Nasional. Mereka berdua bertanggungjawab terhadap tercapainya tujuan-tujuan dari pertemuan besar lima tahunan ini. 

Materi dalam Raimuna

Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Slamet Budi Prayitno menyampaikan Raimuna Nasional mengajarkan kepada 15.000 peserta tentang Pancasila, Kebhinekaan dengan kegiatan luar ruangan yang menyenangkan. Seluruh perencanaan dan pelaksanaan dilakukan oleh anak-anak muda, mereka rapat siang malam karena ini kegiatan luar ruangan.

“Setelah Raimuna Nasional, seluruh peserta akan mendapatkan teman baru yang berbeda suku, agama dari seluruh Indonesia. Perkemahan merupakan salah satu kegiatan andalan Pramuka untuk semakin merekatkan NKRI," jelas Budi Prayitno.

Selain itu, materi dalam Raimuna secara umum meliputi: penghayatan agama, jiwa perjuangan 1945, persahabatan dan kekeluargaan, perkembangan ekonomi, sosial, dan teknologi, seni budaya, kesehatan, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan hidup,     keamanan dan ketertiban masyarakat, adat-istiadat dan tata susila, kepemimpinan dan kewirausahaan.

Presiden siap datang

Setelah pemaparan, Presiden RI, Joko Widodo menyatakan siap hadir dalam pembukaan Raimuna Nasional XI 2017 Gerakan Pramuka, pada 14 Agustus 2017, pukul 15.00 WIB. "Saya akan datang lebih awal pada 14 Agustus 2017 ke Cibubur. Selamat Hari Pramuka ke-56, dan mari kita sukseskan Raimuna Nasional Gerakan Pramuka," katanya.

Selain presiden, akan hadir pula pejabat-pejabat negara yakni sejumlah menteri dan kepala daerah. Pembukaan Raimuna Nasional XI di Cibubur digelar pada 14 Agustus sekaligus untuk memperingati Hari Pramuka ke-56.

Tema Raimuna kali ini adalah “Pramuka untuk Masa Depan Indonesia” dengan Semboyan “KIBAR” (Kreatif, Inovatif, Berkarakter). Semboyan ini memiliki makna ‎pesertanya kreatif, kegiatannya inovatif dan budaya perkemahannya berkarakter.

3 lomba Agustusan yang merendahkan martabat
Negara tandus keteladanan
Hentikan konflik horizontal nelayan
Tifatul lebih khusyuk ke Jokowi daripada Allah
Pengelolaan kesan pada pakaian adat Jokowi
Fetching news ...